Artikel

Menjadi Orang Tua (bag. I)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Dikatakan dalam atsar (perkataan shahabat ) :

“Telah dikabarkan kepada kami bahwa akan ada peristiwa dimana seorang anak bergantung pada leher bapaknya pada hari kiamat, lalu anak itu berkata: ’Wahai Rabbku, ambillah hak milikku yang telah dirampas oleh orang yang menzalimiku ini. Bapaknya pun berkata:        ’ Bagaimana bisa aku menzalimimu, aku telah memberimu makan dan pakaian? ‘ anak itu menjawab: ‘ Benar, engkau telah memberiku makan dan pakaian, tetapi engkau tidak mengajariku kebaikan dan ketika melihat aku melakukan maksiat  engkau tidak melarangku.” (dikutip dari makalah syeikh Athiyyah Shaqr di majalah Az Zahur)

Sebuah gambaran yang menyedihkan dimana orangtua mendapati keadaan yang menimpa dirinya dan merugi di akhirat akibat dari kelalaiannya dalam hal mendidik anak.

 

Saudaraku para bapak dan para Ibu, ketahuilah bahwa Alloh telah mentakdirkan kita menjadi orangtua bukan tanpa tujuan.  Alloh subhanahu wa ta’ala menciptakan kita untuk tujuan yang mulia, yaitu beribadah kepada-Nya dan mengisi kehidupan ini dengan hal-hal yang di ridhoi-Nya.

Karena itu, ketika seorang muslim menikah,  maka tujuan  menikah baginya bukan sekedar menyalurkan syahwat saja , walaupun hal itu merupakan kebutuhan atau fitrah setiap manusia. Akan tetapi , seorang muslim menikah untuk beberapa tujuan. Diantaranya yang  paling utama tujuan menikah adalah untuk melahirkan generasi yang akan menjadikannya bahagia  di dunia dan akhirat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin Khathab Radhiallohu anhu: “Tidaklah aku menikahi wanita karena syahwat, tetapi aku berharap melahirkan generasi yang baik darinya.”

Dengan demikian, untuk menjadi orangtua   yang sukses dan bahagia dan dapat melahirkan generasi yang baik memerlukan proses yang baik  dan benar  sesuai dengan yang diinginkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala dan sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh manusia terbaik yaitu Rasululloh shalallohu ‘alaihi wa salam .

Proses tersebut dimulai dari menuntut  ilmu, mengamalkan ilmu dengan cara  mensholehkan diri, persiapan dalam memilih pasangan dan persiapan dalam membangun rumah tangga. Tidak sampai disitu maka ketika di karuniai  anak maka  menjadi orang tua juga perlu  ilmu dalam menghadapi pendidikan anak-anaknya.  

Anak adalah anugerah yang wajib disyukuri,  amanah yang wajib dijaga dan tanggung jawab besar yang wajib dipenuhi orangtua sehingga orang tua akan  selamat dari musibah (ujian)  yang disebabkan oleh  anak baik musibah di dunia maupun siksaan di akhirat.

KEWAJIBAN ORANGTUA DALAM MENDIDIK ANAK.

Kewajiban orang tua dalam mendidik anak jelas tercantum dalam       Al Qur’an surat at Tahrim(66)  ayat 6 yang terjemahnya kira-kira:  ” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.  Penjaganya malaikat –malaikat yang kasar dank eras yang tidak durhaka kepada Alloh terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Ibnu Umar Radhiallohu anhuma berkata: “ Didiklah anakmu, karena kelak kamu akan ditanya tentang pendidikan dan pengajaran seperti apa yang telah engkau berikan kepada anakmu. Anakmu pun akan ditanya tentang bagaimana mereka berbakti dan taat kepadamu.

Perintah kepada orang-orang beriman dalam hal memelihara diri dan keluarga dari api neraka tersebut di atas  ditafsirkan oleh beberapa shahabat  diantaranya sebagai berikut.

Ibnu Abbas Radhiallohu anhu berkata: “kerjakanlah perbuatan b aik dan jauhilah perbuatan maksiat, lalu perintahkan keluargamu untuk berdzikir agar kalian selamat dari api neraka.

Ali bin Abi Thalib Radhiallohu anhu berkata: “ Ajarkan dirimu dan keluargamu kebaikan dan tanamkan adab Islam kepada mereka.”

Ibnu Jarir berkata: “kita wajib mengajarkan anak-anak kita tentang agama Islam, kebaikan dan Adab.

Sangat jelas dan terang bahwa kewajiban mengajarkan tentang kebaikan ,  adab dan ajaran agama Islam adalah kewajiban orangtua. Sekalipun ada keluarga dekat yang ikut mendidik anak-anak kita, guru  di sekolah yang mendidik anak-anak kita,  mereka semua adalah penyempurna  apa yang telah  dilakukan  oleh orang tua di rumah.

Keadaan orang tua di dunia dan diakhirat sangat ditentukan oleh seberapa besar peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Dua keadaan orang tua di akhirat kelak dimana ada orang tua yang dihinakan oleh Alloh akibat dari kelalaiannya  dalam mendidik anak mereka  seperti yang atsar diatas. Dan ada keadaan orangtua di akhirat yang mendapat kedudukan mulia di sisi Alloh karena perjuangan orangtua, pengorbanan, kerja keras ,  keseriusan dan kesabaran mereka dalam mendidik anak-anak mereka. 

©2018 al amanah Full Day & Boarding School | Lembang Bandung Barat. All Rights Reserved.

Search