Artikel

Menjadi Orang Tua (bag.2)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Sesungguhnya, dalam perjalanan hidup kita di dunia ini ibarat sedang mengikuti perlombaan. Kita sedang berlomba untuk mencapai finish dan meraih kemenangan. Maka kemenangan yang ingin kita raih tidak lain adalah husnul khotimah atau kematian yang baik.

Alloh berfirman : “ Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang telah mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan menuliskan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.” (Al Qur’an Surat Yaasiin : 12)

Kita sedang berlomba menjadi orangtua yang terbaik, berlomba memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita hingga menghadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala dengan membawa bekal untuk perjalanan hidup kita selanjutnya ( hidup setelah mati).

Rasullulloh Shalallohu ‘alaihi wa salam bersabda; ” Apabila meninggal seseorang maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu shodaqoh jaariyyah, atau ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kedua orangtuanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka tidak ada amal sholeh yang paling bermanfaat bagi kedua orangtua dan agama Islam, selain meninggalkan keturunan-keturunan yang sholeh. Dan tidak ada prestasi yang terbaik yang di harapkan selain meraih predikat terbaik di sisi Alloh Subhanahu wa Ta’ala yaitu menjadi orang tua yang sholeh untuk anak-anak yang sholeh.

Maraji’ : Panduan Efektif orang tua menshalihkan Anak syeikh Nabil Hamid Al –Maaz dan beberapa buku terjemahan tentang pendidikan anak.

KEUTAMAAN MENDIDIK ANAK

Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah menjajikan kenikmatan kehidupan di Surga sebagai puncak kenikmatan tertinggi bagi orang mukmin dan menyediakan pahala yang besar untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat , dari perjuangan kita dalam mendidik anak-anak kita.

Alloh berfirman :” Mereka itulah orang-orang yang kami terima amal sholeh dari yang telah mereka kerjakan dan kami ampuni kesalahan-kesalan mereka, bersama penghuni-penghuni surga .”( Al Qur’an Surat Al Ahqaaf:16)

Masih banyak ayat-ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan balasan kenikmatan Surga bagi mereka yang memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak mereka.

Abdullah bin Umar Radhiyallohu anhumaa menyatakan “Sesungguhnya Alloh menyebut mereka sebagai al abrar (orang yang baik), karena mereka telah berbuat baik kepada orangtua dan berbuat baik kepada anak-anak mereka.” (Al adab al mufrad, karya Imam Bukhari, Bab : kebaikan ayah kepada anaknya).

Alloh berfirman:” Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tidak mengurangi sedikitpun pahala mereka.”( ( Al Qur’an Surat At Thuur : 21 )

Rasululloh Shalallohu ‘alaihi wa salam bersabda: ’ Seseorang yang mendidik anaknya , lebih baik dari pada ia bershadaqoh makanan pokok setiap hari sebanyak satu sha’ ( 1sha’ = 1,2 kg)

Di hadits yang lain dikatakan bahwa berinfak untuk anak-anak yang masih kecil, sehingga Alloh menjaga anak-anak mereka dari meminta-minta dan Alloh memberikan manfaat dari infaknya itu lebih baik dari infaknya seseorang untuk hal lainnya.

Rasululloh bersabda:” Barang siapa yang membesarkan dan mendidik dengan baik dua anak perempuan hingga usia baligh, pada pada hari kiamat dia akan datang bersamaku,” beliau berisyarat dengan dua jarinya yang berdekatan dengan sedikit meregangkannya.” (HR.Muslim)

Rasululloh bersabda: “ Sesungguhnya Alloh akan menempatkan seorang hamba yang sholeh pada derajat yang tinggi di Surga, lalu orang itu berkata:’ Wahai Rabbku, bagaimana aku bisa mendapatkan tempat yang mulia ini?’ Alloh Berkata:” Ini karena istighfar anak-anakmu untuk mu.” (HR. Ibu Majah dan Ahmad)

Subhanalloh , tidak ada pemberian orangtua yang lebih baik daripada memberikan kepada anak-anak mereka pendidikan yang baik, mengenalkannya kepada Alloh, mengenalkannya kepada Rasul Alloh, mengenalkannya kepada ajaran-ajaran Islam, mengajaknya mendirikan Sholat, membimbingnya dalam membaca Al Qur’an, menjadi contoh yang baik, memberikannya makanan yang halal dan baik, memberi fasilitas yang baik, memperlakukannya dengan baik, menyediakan waktu bersama anak-anak ditengah kesibukannya.

Metode terbaik dalam mendidik anak menurut hampir semua pakar pendidikan Islam adalah meluangkan waktu yang cukup bersama mereka, kebersaman orantua dan anak akan memberikan manfaat yang besar. Dengan kebersamaan itu, kebutuhan fitrah anak akan terpenuhi, disamping itu orang tua bisa memberi contoh langsung maupun tidak langsung dalam cara berbicara, beribadah, beramal sholeh dan adab-adab bergaul dalam Islam.

Sungguh tak ada alasan bagi orangtua untuk menyia-nyiakan kesempatan atau menunda-nunda kebaikan dalam meraih surga melalui usaha yang maksimal dalam men- sholehkan anak-anak.

“Ya Robbku berikanlah petunjuk kepadaku untuk mensyukuri nikmat yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal sholeh yang Engkau ridhoi. Berilah kebaikan kepadaku dengan memberikan kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri.” (QS Al Ah Qaaf : 15)

Bukanlah yatim itu yang orangtuanya telah meninggal dunia. Akan tetapi, sesungguhnya yatim itu ia memiliki ibu, tetapi sering meninggalkannya atau bapak yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga tak ada waktu bersama anak-anaknya. (Syair

©2017 al amanah Full Day & Boarding School | Lembang Bandung Barat. All Rights Reserved.

Search